Oleh: Mohammad Natsir
12 Desember 1953
...........................................................
Tiap-tiap pemimpin hendaknya mempunyai niat dalam hatinya bahwa pada suatu ketika, pimpinan itu akan diserahkannya kepada orang lain. Menjadi pemimpin bukanlah semata-mata untuk
memberikan pimpinan kepada umat yang banyak, akan tetapi haruslah berikhtiar pula menyediakan kader-kader untuk diserahi pimpinan di waktu yang akan datang. Pada suatu saat, pemimpin tua berangsur-angsur harus meninggalkan lapangan. Pada saat itu, haruslah tampil kemuka pemimpin-pemimpin muda yang cakap dan kuat.
Pemimpin muda dan cakap itu, takkan pernah lahir, kalau sejak sekarang pemimpin-pemimpin tua tidak menyediakan kader sebanyak-banyaknya dengan mendidik dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk pada suatu saat memegang kendali perjuangan.
Perjuangan kita, masih jauh dan panjang. Tak mungkin para pemimpin yang hidup sekarang saja secara mutlak, dapat menyelesaikan perjuangan itu sampai ke batas cita-cita. Berapalah usia manusia ! Paling tinggi 100 tahun. Sedangkan perjuangan Islam, mungkin mencapai ratusan dan ribuan tahun yang akan datang, atau
takkan habis-habisnya. Inilah pokok utama bagi pandangan para pemimpin sekarang!
Memimpin hendaklah juga untuk menyerahkan pimpinan ke tangan yang lain. Jangankan untuk masa yang akan datang, masa yang sangat jauh itu, sedangkan untuk masa sekarang saja, sangatlah terasa oleh kita bagaimana kekurangan pemimpin dikalangan umat Islam ini. Jumlah mereka amatlah banyaknya, tetapi pemimpin yang akan mengendalikan perjuangan, amatlah sedikitnya. Hal ini, hendaklah segera dapat kita renungkan se-baik-baiknya !
Dari pihak pemuda-pemuda angkatan baru, ini pun harus dipahami pula. Mereka, adalah bunga harapan, harapan bangsa dan nusa. Mereka hendaklah menyediakan diri sekarang ini, menjadi kader-kader dengan memperbanyak ilmu dan pengalaman perjuangan sekuat tenaga. Di atas kuburan pemimpin tua, berdirilah pemimpin muda yang tangkas dan cekatan. Sungguh amatlah ruginya perjuangan kita yang seakan-akan mengabaikan pembentukan kader-kader baru itu.
Majapahit semerbak dan mengagumkan sejarah, karena dipimpin oleh tenaga muda-belia, Gajah Mada. Tetapi kemudian hancur-luluh, setelah Gajah Mada pergi, tak ada pemimpin muda yang akan menggantikannya. Gajah Mada tidak menyediakan kader.
Nabi Muhammad s.a.w. telah memberikan contoh yang tepat bagi kita. Beliau memimpin umat dan membentuk kader dengan sungguh-sungguh. Segala kecakapan, kesanggupan dan jiwa raganya, diberikannya untuk memimpin dan membentuk kader itu dalam memperjuangkan kalimah Allah. Akhirnya dalam masa 23 tahun saja, semua musuh jatuh dan Agama Islam tegak dengan jayanya di muka bumi. Beliau wafat, para Sahabat dan kemudian Tabi'in, siap selalu menggantikannya meneruskan perjuangan.
Inilah yang kita contoh!
Pemimpin Islam harus mempunyai pendirian semacam ini. Tak usah kita kuatir, bahwa di antara pemimpin
Islam sekarang ada yang berpikir absolut, hendak berkuasa sendiri, dan merasa dirinya akan hidup seribu tahun.
Tidak !
Menumbuhkan kader-kader muda, membentuk pemimpin-pemimpin yang kuat, itulah tugas pemimpin sekarang, yang tak boleh ditunggu dan ditangguhkan lagi.
Bahagialah perjuangan umat Islam !
0 komentar:
Posting Komentar